RSS

Category Archives: Tentang Fauna

BCL (Beginilah Cerita si Lebah) Season 3

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

 

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”(QS. An-Nahl: 68-69)

 

 

Bagaimana kabar teman-teman semua? Masih semangat??? Masih ingat dengan season-season sebelumnya dari kisah BCL ? (masih ingat kepanjangan BCL? yang pasti bukan artis..). Bagi yang sudah lupa, bisa direfresh lagi dengan membaca season sebelumnya yaitu di http://www.facebook.com/notes/joko-pebrianto-trinugroho/bcl-beginilah-cerita-si-lebah-season-1/187320374652403 dan https://www.facebook.com/notes/joko-pebrianto-trinugroho/bcl-beginilah-cerita-si-lebah-season-2/493391230711981, atau mampir ke blog saya https://laatahzanjoko.wordpress.com/.

 

Alhamdulillah, sudah hampir 9 bulan jarak antara season 2 dengan season 3 ini (sudah hampir lahiran). Hal ini dikarenakan berbagai kondisi yang dialami penulis yang tidak bisa disebutkan di sini. Pada BCL Season 3 kali ini, in syaa Allah akan dibahas seputar sarang lebah dan sedikit tentang komunikasi lebah. Baiklah, silahkan tegakkan sandaran kursi, tutup jendela, dan pastikan teman-teman membaca dalam kondisi jarak dengan layar minimal 20 cm dengan pencahayaan yang cukup.

 

 

Backsound…

 

 

Cerita ini dimulai ketika pada abad ketiga, seorang yang bernama Pappus dari Alexandria yang merupakan  ahli astronom dan geometri mengusulkan penjelasan tentang sarang lebah berbentuk hexagonal. Menurut Pappus, hanya ada tiga bentuk yang bisa dipilih untuk dipakai dalam sarang lebah – segitiga, bujur sangkar, dan hexagon (segi enam). Setelah dihitung-hitung dan dicoba-coba (namanya juga orang ahli, pasti dicoba coba dulu) Pappus memperhatikan bahwa hexagon dapat mengandung lebih banyak madu dengan ruang yang sama dibandingkan persegi atau segitiga. Juga diperlukan lebih sedikit bahan lilin untuk membangun hexagon. Bentuk-bentuk lainnya ternyata akan menimbulkan ruang-ruang sisa di antara sel yang akan terbuang. Setiap sel ditutup oleh sebuah piramid yang terdiri dari tiga belah ketupat. Matematika yang kompleks menunjukkan bahwa bentuk ini juga memerlukan pemakaian lilin yang paling sedikit untuk konstruksinya. Selain itu, tutup berbentuk piramid tersebut memungkinkan sel-sel sarang lebah bertumbukan satu sama lain tanpa membuang tempat (Maasyaa Allah, ternyata lebah sangat efisien, tidak suka adanya pemborosan).

 

Ternyata bahan untuk membangun lebah ada banyak loh. Secara umum terdapat tiga sumber bahan baku untuk pembuataan sarang lebah, yaitu sumber metal, nabati, dan hewani. Dari sumber-sumber metal terdapat berbagai jenis lebah Osmia yang membangun kamar-kamar dari tanah liat yang merekatnya dengan  bahan perekat yang dibuat sendiri oleh lebah ini dari tanah kering dan air ludah. Sumber-sumber nabati antara lain dari cairan-cairan nabati alami seperti bahan-bahan damar atau lilin atau berbagai jenis sari tumbuhan. Sedangkan sumber-sumber hewani sebenarnya jarang digunakan untuk pembuatan sarang lebah, hanya pada keadaan tertentu saja sumber ini digunakan, yaitu antara lain : cairan-cairan dari kotoran binatang ternak seperti sapi/unta (pada lebah Osmia tricornis), kepala lebah (pada lebah Anthidium), dan kulit kerang kecil (pada lebah Osmia caecmentsoria).

 

Tidak hanya itu, sarang lebah memiliki berbagai jenis kamar yang dapat dibedakan berdasarkan fungsi, bentuk, bahan pembuatan, rongga sel, arah, dan urutan pembuatan. Sungguh sangat kompleks jika kita telusuri lebih dalam. Lebah membuat sarang pun ada persiapannya (diawali dari niat, lalu keshangghupan dan seterusnya),  baik itu cara menempatkan hasil galian, menentukan lubang masuk, dan juga menentukan terowongan-terowongan untuk lewat. Bahkan penutupan sarang pun tidak luput dari perhitungan lebah (padaha lebah tidak belajar kalkulus ya..). Maa syaa Allah, sungguh ciptaan Allah yang luar biasa dan banyak mengandung pelajaran di dalamnya.

 

Lebah membangun sarangnya dengan bergotong royong, tidak ada dari mereka yang bekerja sendiri-sendiri, egois, individualis. Mereka membangun dari titik-titik yang berbeda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga sampai empat titik awal yang berlainan lalu dilanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kekeliruan sedikitpun pada tempat dimana mereka bertemu. Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan yang lain saat membangun pundi-pundinya. Antara rongga satu dengan rongga yang lain dibelakangnya selalu dibentuk dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan demikian kedua sisi rongga tersebut berada pada posisi miring ke atas, hal ini agar madu yang terdapat didalamnya tidak mengalir keluar atau tumpah.

 

Hal menarik lainnya yang bisa kita pelajari dari lebah adalah cara komunikasi antar lebah yang luar biasa menakjubkan. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

 

Maasyaa Allah, sungguh luar biasa pelajaran yang dapat kita ambil dari seekor lebah. Banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil dari lebah (makanya bisa sampe 3 season nih kisahnya). Bagaimana mereka membangun sarang, bagaimana mereka berkomunikasi. Padahal mereka tidak sekolah, tidak kuliah (belum pernah dengar ada kasta professor atau guru dalam dunia lebah kan?), tetapi mereka bisa melakukan hal tersebut. Ya, mereka melakukan semua itu sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepada mereka. Hikmah dan pelajaran tersebut seharusnya bisa membuat kita semakin yakin akan kebesaran Allah, karena tentulah kemampuan lebah tersebut bukanlah kebetulan, asal asalan atau untung-untungan, tetapi semua itu merupakan kekuasaan Allah. Maka, sudah seharusnya kita senantiasa mengingat Allah.

 

 

Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi teman-teman semua.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, hal ini disebabkan oleh kelemahan dan kurangnya ilmu dalam diri ini. Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik dan meneguhkan hati kita semua dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin.

 

Wallahu a’lam bishshawab

 

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

 sarang-lebah-madu

Sumber

 

– Abd Al-Mun’im AI-Hefni. 2012. SARANG LEBAH DAN KEAJAIBAN AL-QUR’AN.  Maktabah Abu Salma al-Atsari.

– Hapsari, Endah. 2002. Sarang Lebah. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/06/02/m4yshc-subhanallah-sarang-lebah-jadi-bukti-kebesaran-allah. Diakses pada tanggal 9 September 2013.

– Yahya, Harun. 2007. Keajaiban Lebah Madu. http://id.harunyahya.com/id/Makaleler/4509/KEAJAIBAN_LEBAH_MADU. Diakses pada tanggal 9 September 2013.

 
Leave a comment

Posted by on September 15, 2013 in Tentang Fauna

 

BCL (Beginilah Cerita si Lebah) Season 2

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

 

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”(QS. An-Nahl: 68-69)

 

Alhamdulillah, ini adalah notes kedua saya di tahun 2013. Tidak perlu bilang wow apalagi sambil koprol ataupun memecahkan piring biar ramai. Walaupun sekarang musim hujan insya Allah notes ini tidak akan menimbulkan efek ctar membahana. Sudah semakin kriuk, yuk lanjut…

 

Sebagaimana judulnya, notes kali ini pun akan membahas lagi kisah tentang lebah. Kenapa lagi? Ada yang masih ingat BCL season 1? Kalau ingat berarti ingatan teman-teman sangat hebat, karena sudah hampir 2 tahun lalu notes itu terbit (tepatnya 24 Mei 2011). Bagi yang lupa dan penasaran, silahkan menuju link ini . http://www.facebook.com/notes/joko-pebrianto-trinugroho/bcl-beginilah-cerita-si-lebah-season-1/187320374652403 atau mampir ke blog saya https://laatahzanjoko.wordpress.com/ (sekalian promosi.). Baiklah silahkan kembali tegakkan sandaran kursi dan tutup jendelanya.

 

 

Backsound…

 

 

Madu, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Waktu kita kecil dulu (yang merasa pernah kecil), mungkin ingat dengan iklan M*D*Ras*, salah satu produk madu yang cukup populer dan disukai anak-anak (sepertinya..). Di supermarket sekarang, kita dapat menemukan madu dari berbagai merek, ada Sumbawa, Nasional, dan lain lain. Setiap merek memiliki perbedaan, persamaannya adalah sama-sama madu. Apa yang menarik dari madu? Apa saja komposisi madu? Penasaran?

 

 

Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sari. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon. Masih banyaaak kandungan di dalam madu yang tidak kalah manfaatnya untuk kita semua. Silahkan dicari sendiri atau bisa ditambahkan pada kolom komentar (comment).

 

 

Nah, terkait manfaat dan kehebatan dari madu ini, ada sangaaat banyaaak. Yang akan saya jelaskan hanyalah sebagian, jika merasa ingin menambahkan, silahkan di kolom komentar. Berikut ini kehebatan madu :

 

1. Melawan bakteri (antibacterial)

Menurut Dr. Dixon dalam artikelnya di majalah Dis Lancet Infect, Februari 2003, madu memiliki kemampuan membunuh bakteri, dimana bakteri-bakteri tersebut tidak mampu bertahan setelah diberi madu.

 

2. Menyehatkan mulut

Menurut Prof. Amoln dalam artikel di sebuah majalah Dentgen, Desembber 2001, madu dapat mengobati penyakit-penyakit gusi, sariawan dan berbagai gangguan mulut lainnya.

 

3. Menyehatkan Lambung

Madu dapat digunakan untuk mengobati infeksi lambung. Selain itu, madu dapat melemahkan aktifitas bakteri yang menyebabkan tukak lambung

 

4. Jantung sehat dengan madu

Menurut Dr. FG Winarno, Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor dalam bukunya ” Madu, Teknologi, Khasiat dan Analisanya,” gula dan mineral dalam madu dapat meningkatkan kerja jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti sehingga selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi yang hilang.

 

Maasyaa Allah, sungguh luar biasa ya khasiat dan manfaat madu bagi tubuh kita. Hal ini pun sesuai dengan firman Allah di atas. Bagi yang terbiasa mengonsumsi madu, silahkan pertahankan dan jangan sampai melebihi dosis yang dianjurkan dokter (ada ya?). Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Bagi yang belum terbiasa, bisa dicoba untuk membiasakan diri, tidak harus minum sehari 1,5 L kok (ini mah minum air putih ya), dan rasakan khasiatnya (ini bukan ancaman ya). Insya Allah madu dapat membantu menyehatkan tubuh kita, tetapi sesungguhnya yang memberi kesehatan dan sakit adalah Allah, segala sesuatu merupakan takdir Allah. Tetapi tentu kita harus berusaha untuk selalu menjaga kesehatan kan?

 

Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi teman-teman semua.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, hal ini disebabkan oleh kelemahan dan kurangnya ilmu dalam diri ini. Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik dan meneguhkan hati kita semua dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin.

 

Wallahu a’lam bishshawab

 

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Madu

 

 

Sumber :

 

Anonim 1, 2012. “Keajaiban Madu”.

http://www.one-ummah.net/renungan/sains/352-keajaiban-madu.html. Diakses pada tanggal 14 Januari 2013.

Anonim 2, 2012. “Keajaiban Madu (Lanjutan)”.

http://goorme.com/article/keajaiban-madu-lanjutan. Diakses pada tanggal 14 Januari 2013.

 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2013 in Tentang Fauna

 

BCL (Beginilah Cerita si Lebah) Season 1

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (QS. An-Nahl : 68)

Tulisan ini merupkan repost (dengan beberapa perubahan) dari tulisan saya sendiri dengan judul yang sama pada tanggal 24 Mei 2011 pukul 23:07 di facebook (http://www.facebook.com/note.php?note_id=187320374652403). Tulisan ini saya repost tidak lain dan tidak bukan karena ada tujuannya. Lalu pakah tujuannya? Salah satunya adalah untuk mengingat kembali tulisan saya yang pernah saya buat. Dan salah duanya (berarti nilainya nggak sempurna ya) adalah karena untuk mengingatkan para pembaca akan kisah-kisah tentang lebah. BCL Season 2 sedang dalam tahap pembuatan, harapannya bisa segera terbit dan dibaca oleh teman-teman semua. Aamiin.

Dilihat dari judulnya mungkin teman-teman semua bertanya-tanya, kenapa judulnya begiini. Apakah ini sinetron? Karena ada season-seasonan. Jelas bukan, ini bukan sinteron. Terus kenapa membawa-bawa nama orang? BCL kan Bunga Citra Lestari? Atau BCL singkatan yang lain? Daripada bertanya-tanya maka akan saya jelaskan. Saya membuat nama itu karena terinspirasi dengan kejadian ketika itu di mana melibatkan inisial B, C, dan L. Dan setelah mengalami renungan dan pemikiran, alhamdulillah diputuskan judulnya seperti di atas. Judul ini murni hasil karangan penulis, bukan berdasarkan atas fakta ataupun hal lainnya. Apabila ada kesamaan nama ataupun inisial mohom dimaafkan karena penulis juga manusia biasa.

Tanpa memperpanjang lagi (sudah panjang ya??) silahkan dinikmati cerita ini……

Saya yakin, kata lebah sudah tidak asing lagi di telinga kita. Semua orang tentu mengetahui hewan yang bernama lebah ini. Hewan ini biasa kita ditemukan pada tanaman-tanaman berbunga. Hewan ini dikenal karena dapat menghasilkan madu. Lebah termasuk dalam ordo Hymenoptera atau disebut juga serangga bersayap selaput (tenang, ini bukan kuliah kok). Lebah tersebar di seluruh penjuru dunia. Subhanallah ya.

Teman-teman semua, sebenarnya banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari lebah. Mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa dari perilaku lebah terkandung nilai-nilai yang sangat dalam bila kita pelajari (kenapa malah membicarakan nilai sih?). Mau tau nilai-nilainya? Yuk mari kita simak berikut ini :

 

1. Lebah hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat berbeda dengan lalat yang senang di tempat-tempat kotor. Lebah  hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)

2. Mengeluarkan yang bersih.

Kita semua tentu mengetahui zat penting yang dapat dihasilkan oleh lebah, yaitu madu yang sangat dikenal karena berfungsi untuk kesehatan dan membantu menyembuhkan penyakit. Akan tetapi, sesungguhnya dari organ tubuh manakah madu dikeluarkan? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain merupakan najis. Baru-baru ini, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan. Produk apakah itu? AIR LIUR.

Seorang mukmin haruslah menjadi orang yang produktif dengan kebajikan. Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

3. Tidak pernah merusak

Lebah tidak suka merusak ataupun mematahkan bunga, ranting, apalagi pohon yang dihinggapinya. Begitu juga seharusnya seorang mukmin. Seorang mukmin tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun.  Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan  dengan cara-cara yang tepat, salah satunya dengan berdakwah. Seorang mukmin juga harus berani mencegah dan menghentikan kezaliman.

4. Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Subhanallah, hari-harinya dipenuhi dengan semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan kita untuk bekerja keras? Hal ini dijelaskan dalam firman Allah :

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

5. Bekerja secara kelompok dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah  hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Pembagian kerja yang dilakukan sangat baik dan efektif. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan

feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengundang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

6. Tidak pernah melukai kecuali diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin juga harus seperti itu, yaitu tidak mencari-cari musuh, tetapi ketika kehormatan kita diancam, maka kita harus siap untuk membelanya. Karena kehormatan sebagai seorang muslim dan mukmin harus kita jaga sampai kapan pun.

Teman-teman, ternyata banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari kehidupan lebah. Hikmah tersebut perlu kita renungi untuk perbaikan diri kita. Apakah kita sudah berusaha untuk mengimplementasikan hikmah-hikmah tersebut? Hanya diri masing-masing dan Allah yang tahu.

Semoga kisah lebah ini dapat menginspirasi kita untuk terus lebih baik sebagaimana seorang muslim dan mukmin semestinya. Sehingga kita bisa menjadi muslim dan mukmin yang lebih baik sebagaimana yang diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah. Aamiin.

Wallahu a’lam bishshawab.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bersambung ke BCL Season 2 …

Daftar Pustaka

Muhammad, Arya. 2009. Hikmah Sang Lebah Madu. arya-muhamad.blogspot.com/2009/08/hikmah sang-lebah-madu.html. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Ozzan, 2007.Jadilah Seperti Lebah. http://bacaanhikmah.blogspot.com/2007/05/jadilah-seperti-lebah.html. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Anonim1, 2010. Dakwatuna.com. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Anonim2.2010. Keajaiban Lebah Madu. http://www.harunyahya.com/indo/buku/pesona02.htm. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

 
8 Comments

Posted by on January 10, 2012 in Tentang Fauna