RSS

Mega Man tidak sama dengan Megamind

02 Jul

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah  dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl : 125)

 

Teman-teman yang insya Allah berbahagia, bagaimana kabarnya? Sepertinya dalam kondisi Super dan Bersemangat. Walaupun masa liburan, tetap harus semangat dan produktif, apalagi sebentar lagi ramadhan (tak terasa..). Jadi perlu persiapan yang matang kalo perlu sampai gosong.

 

Ada yang penasaran dengan judul di atas? Atau biasa saja? Bagi yang pemain mungkin sudah tidak asing dengan Mega Man, bagi penggiat film tentu tidak asing dengan Megamind (apa coba hubungannya). Tulisan ini dibuat karena saya terinspirasi dari sebuah film. Film apakah itu? Filmnya adalah jreng jreng… “Megamind”. Lalu apa hubungannya dengan semua kejadian ini? Mau tahu jawabannya? Kita tanya Galileo. Bukan, maksudnya silahkan disimak cerita berikut ini.

 

 

Backsound…….

 

 

Sedikit saja saya singgung dengan film itu, maaf yang merasa tersinggung. Film Megamind mengisahkan tentang seorang alien penjahat yang bernama Megamind dan pahlawan/super hero yang bernama Metro Man. Megamind selalu berpikir bagaimana caranya untuk mengalahkan Metro Man. Akan tetapi, segala cara itu tidak berhasil dan Megamind pun kalah. Hingga suatu ketika, Metro Man berhasil dibunuh oleh Megamind dengan menggunakan sinar laser. Megamind merasa sangat senang dan puas karena selama ini selalu kalah dan selalu kalah bila melawan Metro Man.

 

Ternyata… kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Megamind mulai merasa bosan dengan rutinitas hariannya tanpa ada musuh yang berarti baginya. Karena kejahatan yang dilakukannya menjadi tidak berarti tanpa ada yang menggagalkannya. Kemudian, Megamind melahirkan (bukan melahirkan anak ya) superhero baru dengan menyuntikkan serum berisi DNA Metro Man pada seseorang. Hasilnya adalah munculnya superhero yang disebut “Tighten” yang diharapkan dapat menjadi lawan sepadan dan kembali menggagalkan setiap rencana Megamind.

Disingkat saja ya…

 

Ternyata, kenyataan tidak sesuai harapan. Superhero Tighten bukan memberikan kedamaian bagi kota, tetapi justru menimbulkan ketakutan. Hal ini membuat Megamind bingung, dan secara tidak sengaja bertemu dengan Metro Man (masih hidup ternyata). Metro Man diminta untuk membantu Megamind melawan Tighten, tetapi Metro Man tidak mau, karena merasa bosan menjadi pahlawan (pahlawan bisa bosan juga, terus pensiun lagi). Maka, ditemani oleh teman Megamind yaitu Minion dan seorang perempuan Roxanne, Megamind lah yang melawan Tighten. Pertarungan berlangsung sengit hingga akhirnya Megamind yang menang. Megamind yang dulunya dikenal sebagai penjahat akhirnya berubah 1080 derajat (karena begitu ekstrim) menjadi pahlawan. Apa pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini ? (kalau ada Alhamdulillah..)

 

1. Pentingnya saling megingatkan

 

Iya, pentingnya saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Apabila kita hanya sendirian, tentu akan sulit menjaga kualitas keimanan kita. Apabila kita bergaul dengan orang2 shaleh, maka in syaa Allah akan lebih terjaga karena adanya proses saling mengingatkan. Begitu pula dengan tokoh Megamind ini, di saat ia bingung harus berbuat apa, teman sejawatnya yaitu Minion selalu menguatkan dirinya. Kemudian ada Roxanne yang juga menyemangati dirinya, sehingga Megamind merasa tidak sendiri dan kembali bersemangat. Apabila tidak  diingatkan dan disemangati oleh Roxanne dan Minion, mungkin Megamind hanya akan bersembunyi tanpa berani menyelesaikan permasalahan dirinya. Sementara itu, Metro Man selalu merasa sendiri. Warga kota  memuja muja dirinya, tetapi dia tidak merasa punya teman. Hingga akhirnya dia bosan menjadi superhero yang tugasnya hanya itu itu saja dan memutuskan untuk tidak berperan lagi sebagai superhero. Seandainya ada teman yang selalu mengingatkan dan menguatkan, mungkin Metro Man akan tetap berjuang.

Allah SWT berfirman

 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr :1-3)

 

2. Kekuatan jasmani saja tidak cukup, perlu juga kekuatan rohani

 

Dalam beraktifitas sehari-hari, badan yang sehat dan kuat tentu akan memudahkan kita. Tanpa kekuatan jasmani tersebut, tentu kita akan mudah lelah, mudah capek, kurang produktif. Akan tetapi, sebagai pribadi yang memiliki tugas utama untuk beribadah kepada Allah, kekuatan jasmani saja tidak cukup. Perlunya kekuatan rohani yang membuat kita terus berusaha memperbaiki diri, yang membuat kita selalu ingat kepada Allah, yang membuat kita selalu berusaha melaksanakan amal terbaik karena yakin akan balasan dari Allah. Hal tersebut tentu didapatkan melalui proses belajar, proses memahami. Kekuatan rohani tersebut sebanding dengan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Karena kekuatan rohani inilah rasulullah dan para sahabat selalu siap berjihad, kekuatan inilah yang membuat para pejuang palestin tidak takut memperjuangkan haknya, kekuatan inilah yang membuat para da’i tidak menyerah untuk berdakwah.

 

“Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. At-Taubah: 109)

 

Hasan Al-Banna berkata, “…Bisa saya katakan bahwa yang pertama kali kita siapkan adalah kebangkitan ruhani, hidupnya hati, serta kesadaran penuh yang ada dalam jiwa dan perasaan. Kami menginginkan jiwa-jiwa yang hidup, kuat, tangguh, hati-hati yang segar serta memiliki semangat yang berkobar, perasaan dan ghirah yang selalu bergelora, ruh-ruh yang bersemangat, selalu optimis, merindukan nilai-nilai yang luhur, tujuan mulia serta mau bekerja keras untuk menggapainya…” (Risalah Da’watuna Fii Thaurin Jadiid)

 

3. Hidup seseorang ditentukan pada akhir hayatnya

 

Metro Man yang awalnya superhero, akhirnya memutuskan untuk menjadi orang biasa. Megamind yang awalnya selalu ingin jadi penjahat, akhirnya justru menjadi pahlawan dengan berbuat baik. Memang baik buruknya seseorang tidak bisa kita ketahui di akhirnya. Seseorang yang masa kecilnya baik, belum tentu dewasanya tetap menjadi baik, begitu pula sebaliknya.

 

Seseorang dapat selamat atau tidak untuk masuk ke dalam syurga ditentukan oleh akhir hidupnya, bukan di awal. Seseorang yang pada mulanya ahli ibadah, bisa saja masuk neraka apabila di akhir hidupnya melakukan amalan ahli neraka, begitu pula sebaliknya. Tentu pernah dengar kisah seorang yang membunuh banyak orang, kemudian ia mau bertaubat. Di tengah jalan ia meninggal, kemudian akhirnya dimasukkan ke syurga karena jarak perjalannya lebih dekat ke tempat ia ingin hijrah. Sehingga ia masuk syurga. Hal ini membuat kita harus hati-hati dalam beramal dan harus terus menjaga diri kita.

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

Sesungguhnya segala perbuatan ditentukan bagian akhirnya.” (HR. Bukhari)

 

Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka, lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, lantas ia memasukinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

Lingkungan yang baik tentu akan mempengaruhi perilaku kita. Begitu pula dengan pergaulan. Seseorang yang berada pada lingkungan yang baik, pergaulan yang baik, maka in syaa Allah kecenderungan orang tersebut akan berbuat baik. Oleh karena itu, penting pula bagi kita memilih lingkungan yang baik, dan bergaul dengan temang yang dapat saling mengingatkan akan kebaikan. Kita semua tentu berharap mendapat akhir yang baik, kesudahan yang baik, yaitu husnul khatimah, aamiin.

 

 

Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi teman-teman semua.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, hal ini disebabkan oleh kelemahan dan kurangnya ilmu dalam diri ini. Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik dan meneguhkan hati kita semua dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin.

 

 

Wallahu a’lam bishshawab

 

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 Megamind

 

Sumber :

 

– Arifin, Irfanul. 2013. Da’i dan Kekuatan Ruhiyah. http://www.salimunj.com/tsaqafah-islamiyah/dakwah/244-dai-dan-kekuatan-ruhiyah.html. Diakses pada tanggal 1 Juli 2013.

– Bugi, Muhammad. 2007. Kekuatan Ruhiyah Seorang Dai. http://www.dakwatuna.com/2007/06/11/191/kekuatan-rohaniah-seorang-dai/. Diakses pada tanggal 1 Juli 2013.

– Anonim 1, 2013. Asal Mula dan Proses Penciptaan Manusia. http://www.salaf.web.id/117/bagaimanakah-kita-diciptakan-al-ustadz-abu-ishaq-muslim.htm. Diakses pada tanggal 1 Juli 2013.

 
Leave a comment

Posted by on July 2, 2013 in Inspirasi Harian

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: