RSS

Monthly Archives: January 2013

Count On.. 1-2-3, 4-3-2

Bismillaahirrahmaanirrrahiim,

 

So, this is the first time I post my writing in English. Actually it is rather difficult, because I’m not used to write in English. and my English isn’t very good too. But, I have to exercise and try it because publishing an international journal should be in English, we can’t use “Bahasa”. So today, I will just share a song that gave inspiration to me. The song is easy to listen and understand. Please enjoy..

Count On Me – Bruno Mars

If you ever find yourself stuck in the middle of the sea,
I’ll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can’t see,
I’ll be the light to guide you

Find out what we’re made of
When we are called to help our friends in need

You can count on me like 1 2 3
I’ll be there
And I know when I need it I can count on you like 4 3 2
And you’ll be there
Cause that’s what friends are supposed to do, oh yeah

Wooooh, Wooooh
yeah Yeah

If you toss and you turn and you just can’t fall asleep
I’ll sing a song
beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Everyday I will
remind you

Ohh
Find out what we’re made of
When we are called to help our friends in need

You can count on me like 1 2 3
I’ll be there
And I know when I need it I can count on you like 4 3 2
You’ll be there
Cause that’s what friends are supposed to do, oh yeah

Wooooh, Wooooh
Yeah Yeah

You’ll always have my shoulder when you cry
I’ll never let go
Never say goodbye

You can count on me like 1 2 3
I’ll be there
And I know when I need it I can count on you like 4 3 2
You’ll be there
Cause that’s what friends are supposed to do, oh yeah

Wooooh, Wooooh
you can count on me cos’ I can count on you

 

In our daily life, we can’t live our life alone. We need the help of others, we need depending on someone. That is what friends are supposed to do, right? Sharing each other, believing each other. It can’t be done with anyone whom we don’t know. But to the family? Friend? Of course we have to believe our family, our friend. Once we have a friend, we must believe them and count on them. So they will believe us and count on us too. That’s what friends are supposed to do, oh yeah…

 
Leave a comment

Posted by on January 29, 2013 in Practice Makes Perfect

 

Pemutus Nikmat Sehat

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

 

Setiap kita tentu ingin memiliki badan yang sehat, karena dengan badan sehat aktifitas harian menjadi lancar, kegiatan sehari-hari menjadi mudah. Ibadah lancar, belajar lancar, pekerjaan lancar, dan lainnya. Hal ini sangat sulit ketika kita sakit. Ya, sakit memang sang “Pemutus Nikmat Sehat”. Sakit memang tidak enak, apapun jenisnya. Karena aktifitas harian tentu tertanggu, entah ibadah, belajar, bekerja. Sehingga datangnya sakit tentu tidak kita inginkan, walaupun penyakit adalah salah satu ujian dan cobaan yang menunjukkan kasih sayang Allah pada kita. Rasulullah sudah mewanti wanti soal tubuh yang sehat dan bisa sakit ini dalam sebuah hadits shahih :

 

“Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :

1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, 2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 5. Hidupmu sebelum datang kematianmu.”

(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)

 

Manisnya sehat akan sangat terasa ketika kita sedang sakit. Walaupun ketika sakit dosa kita diampuni, tetapi produktifitas kebaikan jadi berkurang (banyak amalan yang menjadi sulit dilakukan). Oleh karena itu mari kita jaga kesehatan. Hidup ini penuh dengan warna dan rasa. Ada rasa manis, pahit, asam, asin (nano nano yaa). Apapun itu, kita tentu berharap banyak mendapat rasa manisnya. Oleh karena itu, kita harus berjuang. Karena manisnya hidup, kita yang mengusahakan.

 

Semangat!

 
Leave a comment

Posted by on January 28, 2013 in Celotehan - Inner Journey

 

Tags: , , ,

BCL (Beginilah Cerita si Lebah) Season 2

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

 

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”(QS. An-Nahl: 68-69)

 

Alhamdulillah, ini adalah notes kedua saya di tahun 2013. Tidak perlu bilang wow apalagi sambil koprol ataupun memecahkan piring biar ramai. Walaupun sekarang musim hujan insya Allah notes ini tidak akan menimbulkan efek ctar membahana. Sudah semakin kriuk, yuk lanjut…

 

Sebagaimana judulnya, notes kali ini pun akan membahas lagi kisah tentang lebah. Kenapa lagi? Ada yang masih ingat BCL season 1? Kalau ingat berarti ingatan teman-teman sangat hebat, karena sudah hampir 2 tahun lalu notes itu terbit (tepatnya 24 Mei 2011). Bagi yang lupa dan penasaran, silahkan menuju link ini . http://www.facebook.com/notes/joko-pebrianto-trinugroho/bcl-beginilah-cerita-si-lebah-season-1/187320374652403 atau mampir ke blog saya https://laatahzanjoko.wordpress.com/ (sekalian promosi.). Baiklah silahkan kembali tegakkan sandaran kursi dan tutup jendelanya.

 

 

Backsound…

 

 

Madu, sebuah kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Waktu kita kecil dulu (yang merasa pernah kecil), mungkin ingat dengan iklan M*D*Ras*, salah satu produk madu yang cukup populer dan disukai anak-anak (sepertinya..). Di supermarket sekarang, kita dapat menemukan madu dari berbagai merek, ada Sumbawa, Nasional, dan lain lain. Setiap merek memiliki perbedaan, persamaannya adalah sama-sama madu. Apa yang menarik dari madu? Apa saja komposisi madu? Penasaran?

 

 

Madu tersusun atas beberapa senyawa gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, natrium, klor, belerang, besi, dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas nektar dan serbuk sari. Di samping itu, dalam madu terdapat pula sejumlah kecil tembaga, yodium, dan seng, serta beberapa jenis hormon. Masih banyaaak kandungan di dalam madu yang tidak kalah manfaatnya untuk kita semua. Silahkan dicari sendiri atau bisa ditambahkan pada kolom komentar (comment).

 

 

Nah, terkait manfaat dan kehebatan dari madu ini, ada sangaaat banyaaak. Yang akan saya jelaskan hanyalah sebagian, jika merasa ingin menambahkan, silahkan di kolom komentar. Berikut ini kehebatan madu :

 

1. Melawan bakteri (antibacterial)

Menurut Dr. Dixon dalam artikelnya di majalah Dis Lancet Infect, Februari 2003, madu memiliki kemampuan membunuh bakteri, dimana bakteri-bakteri tersebut tidak mampu bertahan setelah diberi madu.

 

2. Menyehatkan mulut

Menurut Prof. Amoln dalam artikel di sebuah majalah Dentgen, Desembber 2001, madu dapat mengobati penyakit-penyakit gusi, sariawan dan berbagai gangguan mulut lainnya.

 

3. Menyehatkan Lambung

Madu dapat digunakan untuk mengobati infeksi lambung. Selain itu, madu dapat melemahkan aktifitas bakteri yang menyebabkan tukak lambung

 

4. Jantung sehat dengan madu

Menurut Dr. FG Winarno, Kepala Pusat Pengembangan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor dalam bukunya ” Madu, Teknologi, Khasiat dan Analisanya,” gula dan mineral dalam madu dapat meningkatkan kerja jantung. Otot-otot jantung bekerja tanpa henti sehingga selalu membutuhkan glukosa sebagai sumber tenaga untuk mengganti energi yang hilang.

 

Maasyaa Allah, sungguh luar biasa ya khasiat dan manfaat madu bagi tubuh kita. Hal ini pun sesuai dengan firman Allah di atas. Bagi yang terbiasa mengonsumsi madu, silahkan pertahankan dan jangan sampai melebihi dosis yang dianjurkan dokter (ada ya?). Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Bagi yang belum terbiasa, bisa dicoba untuk membiasakan diri, tidak harus minum sehari 1,5 L kok (ini mah minum air putih ya), dan rasakan khasiatnya (ini bukan ancaman ya). Insya Allah madu dapat membantu menyehatkan tubuh kita, tetapi sesungguhnya yang memberi kesehatan dan sakit adalah Allah, segala sesuatu merupakan takdir Allah. Tetapi tentu kita harus berusaha untuk selalu menjaga kesehatan kan?

 

Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi teman-teman semua.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, hal ini disebabkan oleh kelemahan dan kurangnya ilmu dalam diri ini. Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik dan meneguhkan hati kita semua dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin.

 

Wallahu a’lam bishshawab

 

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Madu

 

 

Sumber :

 

Anonim 1, 2012. “Keajaiban Madu”.

http://www.one-ummah.net/renungan/sains/352-keajaiban-madu.html. Diakses pada tanggal 14 Januari 2013.

Anonim 2, 2012. “Keajaiban Madu (Lanjutan)”.

http://goorme.com/article/keajaiban-madu-lanjutan. Diakses pada tanggal 14 Januari 2013.

 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2013 in Tentang Fauna

 

Rasa itu Masih Tersimpan di Dalam Lidah

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Kamis, 10 Januari 2013 adalah hari yang biasa-biasa saja bagi sebagian orang, atau mungkin sangat membosankan, atau mungkin sangat menyenangkan.. Tetapi tidak demikian bagi mereka. Ya mereka. Para PKL (Pedagang Kaki Lima, bukan Perserikatan Kuda Lima (asal)) yang sudah lama beraktifitas di wilayah belakang ITB. Mungkin hari itu merupakan hari yang paling menyedihkan, menyengsarakan bagi mereka. Mengapa bisa demikian?

Siang itu, sekitar pukul 10, datanglah para petugas penertiban. Mereka menertibkan para PKL di wilayah belakang ITB. Sejatinya sudah sedari dulu wilayah belakang ITB ditertibkan, karena memang wilayah tersebut tidak diperuntukkan untuk para PKL. Setelah sekian lama barulah wacana tersebut direalisasikan. Sedih memang, karena banyak dari mereka yang sudah berjualan sangaaat lamaaa, mungkin jauh sebelum saya masuk SMA. Memang mereka yang salah secara hukum, tetapi mau bagaimana lagi karena mereka butuh mencari nafkah, mungkin inilah alasan mereka tetap berjualan. Memang terkadang kebenaran itu tidak selamanya langsung bisa diterima, langsung bisa membahagiakan… Mereka tentu punya segudang alasan, tetapi nyatanya pilihan ini harus dilaksanakan oleh pemerintah berwenang.

Wilayah belakang memiliki banyak tempat dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa ITB. Kebutuhan makan, ada banyak warung makan, mulai dari padang, sunda, warteg, soto, sampai ayam ayaman (maksudnya aneka ayam, bukan ayam mainan). Kebutuhan akademik, terdapat tempat print, fotokopi, penjilidan. Dan kebutuhan lainnya, terdapat warung, bengkel. Ingatan saya langsung tertuju pada warung soto ayam kesukaan saya. Ya, warung yang menjual nasi pecel, nasi uduk, dan soto ayam itu merupakan tempat soto favorit saya di ITB. Karena sebagai orang Jawa, cita rasanya sesuai dan pas. Sehingga saya seringkali makan soto di tempat tersebut. Tetapi apa daya, tempat itu sudah tidak ada lagi sekarang, Soto itu sudah tidak ada lagi sekarang. Yang ada hanyalah memori tentang warung tersebut, dan “rasa” soto tersebut yang masih tersimpan oleh lidah saya.

Sore ketika saya pulang dari kampus, saya melihat puing puing sisa penggusuran yang masih ada. Saya cukup sedih membayangkan proses yang terjadi sebelumnya. Dan ketika saya berjalan, saya melihat ibu penjual soto tersebut. Beliau berwajah sedih. Melihatnya tentu membuat saya sedih. Memang kejadian ini berat bagi mereka. Mungkin berat juga bagi para mahasiswa yang kebutuhannya sering dipenuhi oleh PKL belakang. Akan tetapi, langkah ini tidak bisa dibilang salah. Walaupun kita tidak tahu apakah ini yang terbaik untuk kita semua. Kejaadian ini bisa menyadarkan kita dan membuat kita terus berpikir. Apakah ketika kita menjadi salah satu stakeholder bisa memberikan solusi yang lebih baik atau tidak. Apakah kita justru semakin tidak peduli?

Ya, walaupun soto itu mungkin tidak akan berjualan lagi di ITB, tetapi rasa itu masih tersimpan di dalam lidah…

Wallahu a’lam bishshawab

Sedikit dokumentasi yang pernah saya ambil dari TKP.

WP_000468

WP_000469

WP_000470

WP_000471

 
Leave a comment

Posted by on January 12, 2013 in Celotehan - Inner Journey

 

Berusahalah Lebih dan Lebih Sabar Lagi, Man Shabara Zhafira..

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat; sesung-guhnya Allah adalah beserta  orang-orang yang sabar (QS. Al Baqarah : 153).

Alhamdulillah ya, tanpa terasa sudah 1 tahun saya tidak membuat tulisan/notes yang kata orang intronya selalu panjang (iya nggak ya?). Percaya tidak percaya, sudah 1 tahun saya tidak membuat notes, karena terakhir saya membuat notes tahun 2012, sedangkan sekarang tahun 2013. Jadi kurang lebih (banyak kurangnya) 1 tahun saya tidak membuat notes. Mohon maaf bagi para pembaca yang senantiasa menantikan karya saya yang masih belajar ini. Namanya juga masih belajar, kadang semangat kadang tidak. Kali ini intronya sengaja dibuat lebih pendek, jadi silahkan tegakkan sandaran kursi, kencangkan sabuk pengaman, dan nikmati hidangan masing-masing sambil membaca.

Backsound….

Dari judul di atas, mungkin teman-teman  langsung teringat pada buku kedua dari trilogi negeri 5 menara karya A. Fuadi (bukan Anwar Fuadi ya, itu mah bintang sinetron). Yak, judulnya Ranah 3 Warna. Di buku tersebut disebutkan pepatah-pepatah yang biasa digunakan oleh orang arab. Yang pertama adalah Man Jadda Wajada, dan yang kedua adalah Man Shabara Zhafira. Man Jadda Wajada (siapa yang sungguh-sungguh akan berhasil) adalah kalimat yang membuat kita termotivasi untuk berbuat yang terbaik.  Keberhasilan tentu sangat sulit dicapai untuk orang yang senantiasa berleyeh-leyeh, tidak serius, tidak suka bermimpi, tanpa usaha, dan suka yang instan (bukan  sekedar mie atau bubur). Yah meskipun taraf keberhasilan setiap orang tidak selalu sama, tetapi tentu butuh kesungguhan untuk mendapatkannya. Sedikit masuk ke buku Ranah 3 Warna, tokoh utama (Alif) dengan segudang mimpi yang dimilikinya, tengah berusaha untuk  menghidupi dirinya sendiri agar bisa survive sambil kuliah di salah satu perguruan tinggi di Bandung (sebut saja UNPAD). (Sebelumnya maaf kalau ada yang salah ceritanya, ini pake metode Total Recall, maksudnya mengingat secara total yang ada di kepala tanpa baca buku lagi). Alif menghidupi dirinya dengan menulis artikel untuk dimuat di surat kabar. Berbagai kesulitan halangan rintangan ujian dia hadapi, bahkan sampai sakit typus.  Alif merasa begitu berat dan takut bahwa mimpinya tidak akan terwujud. Di saat dia kebingungan dan hampir putus asa, dia teringat pepatah lain yang tidak kalah terkenalnya. Apakah itu?

“MAN SHABARA ZHAFIRA”, Siapa yang Bersabar akan Beruntung. Ya, pepatah lain yang tidak kalah memotivasinya. Kalimat ini kembali membangkitkan Alif untuk terus berusaha dan bersabar, karena boleh jadi keberhasilan sudah dekat, entah berapa cm, entah berapa m, atau entah berapa km lagi. Anggaplah keberhasilan itu disekat oleh tembok. Bersungguh sungguh saja tidak cukup, karena kita tidak tahu harus dengan energi berapa besar tembok itu hancur, harus berapa lama tembok itu baru bisa roboh. Karena itulah diperlukan kesabaran dalam kesungguhan tersebut. Mungkin ingat kisah Thomas Alfa Edison, seorang penemu bola lampu. Berapa kali Pak Thomas harus berjuang? Sekitar 9998 kali kawan kawan sekalian. Akan tetapi Pak Thomas tidak menyerah, hingga di percobaan yang ke 10000 beliau berhasil (banyak kan). Andaikan Pak Thomas tidak sabar di usaha ke 9998 dan berhenti, tentu tidak akan dikenal keberhasilannya oleh kita. Hal serupa juga pada Kolonel Sanders (pelaut kah? Marinir?, bukan!), penemu resep KFC. Kolonel Sanders menawarkan ayamnya ke banyak orang, tapi ditoak dan terus ditolak hingga 998 kali (cukup banyak apa banyak banget?). Tapi apakah beliau menyerah? Tidaaak. Beliau terus bersabar dan berjuang hingga akhirnya kita bisa melihat banyaknya franchise KFC seperti sekarang.

Bagaimana dengan kita? Tentu kita pernah mengalami kesulitan, kegagalan, keberhasilan yang tertunda. Apakah kita langsung menyerah? Mengutuk kegelapan? Mungkin pernah berkeinginan untuk menyerah. Tapi ,marilah kita berusaha lebih lagi, berjuang lebih 1 ronde lagi, berusaha lebih dan lebih sabar lagi. Merasa kurang yakin? Firman Allah tentu akan lebih menguatkan kita, yaitu

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

Setiap orang tentu akan mendapatkan apa yang diusahakannya. Yuk kita berjuang bersama dan bersabar untuk meraih hasil yang terbaik untuk kita. Semangat!!!

Demikianlah tulisan ini penulis buat, semoga bisa bermanfaat untuk diri pribadi dan pembaca semua. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.

Wallahu a’lam bishshawab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sabar...

 
Leave a comment

Posted by on January 7, 2013 in Inspirasi Harian