RSS

BCL (Beginilah Cerita si Lebah) Season 1

10 Jan

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia” (QS. An-Nahl : 68)

Tulisan ini merupkan repost (dengan beberapa perubahan) dari tulisan saya sendiri dengan judul yang sama pada tanggal 24 Mei 2011 pukul 23:07 di facebook (http://www.facebook.com/note.php?note_id=187320374652403). Tulisan ini saya repost tidak lain dan tidak bukan karena ada tujuannya. Lalu pakah tujuannya? Salah satunya adalah untuk mengingat kembali tulisan saya yang pernah saya buat. Dan salah duanya (berarti nilainya nggak sempurna ya) adalah karena untuk mengingatkan para pembaca akan kisah-kisah tentang lebah. BCL Season 2 sedang dalam tahap pembuatan, harapannya bisa segera terbit dan dibaca oleh teman-teman semua. Aamiin.

Dilihat dari judulnya mungkin teman-teman semua bertanya-tanya, kenapa judulnya begiini. Apakah ini sinetron? Karena ada season-seasonan. Jelas bukan, ini bukan sinteron. Terus kenapa membawa-bawa nama orang? BCL kan Bunga Citra Lestari? Atau BCL singkatan yang lain? Daripada bertanya-tanya maka akan saya jelaskan. Saya membuat nama itu karena terinspirasi dengan kejadian ketika itu di mana melibatkan inisial B, C, dan L. Dan setelah mengalami renungan dan pemikiran, alhamdulillah diputuskan judulnya seperti di atas. Judul ini murni hasil karangan penulis, bukan berdasarkan atas fakta ataupun hal lainnya. Apabila ada kesamaan nama ataupun inisial mohom dimaafkan karena penulis juga manusia biasa.

Tanpa memperpanjang lagi (sudah panjang ya??) silahkan dinikmati cerita ini……

Saya yakin, kata lebah sudah tidak asing lagi di telinga kita. Semua orang tentu mengetahui hewan yang bernama lebah ini. Hewan ini biasa kita ditemukan pada tanaman-tanaman berbunga. Hewan ini dikenal karena dapat menghasilkan madu. Lebah termasuk dalam ordo Hymenoptera atau disebut juga serangga bersayap selaput (tenang, ini bukan kuliah kok). Lebah tersebar di seluruh penjuru dunia. Subhanallah ya.

Teman-teman semua, sebenarnya banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dari lebah. Mungkin selama ini kita tidak menyadari bahwa dari perilaku lebah terkandung nilai-nilai yang sangat dalam bila kita pelajari (kenapa malah membicarakan nilai sih?). Mau tau nilai-nilainya? Yuk mari kita simak berikut ini :

 

1. Lebah hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat berbeda dengan lalat yang senang di tempat-tempat kotor. Lebah  hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 168)

2. Mengeluarkan yang bersih.

Kita semua tentu mengetahui zat penting yang dapat dihasilkan oleh lebah, yaitu madu yang sangat dikenal karena berfungsi untuk kesehatan dan membantu menyembuhkan penyakit. Akan tetapi, sesungguhnya dari organ tubuh manakah madu dikeluarkan? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Lebah produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain merupakan najis. Baru-baru ini, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan. Produk apakah itu? AIR LIUR.

Seorang mukmin haruslah menjadi orang yang produktif dengan kebajikan. Allah berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

3. Tidak pernah merusak

Lebah tidak suka merusak ataupun mematahkan bunga, ranting, apalagi pohon yang dihinggapinya. Begitu juga seharusnya seorang mukmin. Seorang mukmin tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun.  Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan  dengan cara-cara yang tepat, salah satunya dengan berdakwah. Seorang mukmin juga harus berani mencegah dan menghentikan kezaliman.

4. Bekerja keras

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Subhanallah, hari-harinya dipenuhi dengan semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan kita untuk bekerja keras? Hal ini dijelaskan dalam firman Allah :

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

5. Bekerja secara kelompok dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah  hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Pembagian kerja yang dilakukan sangat baik dan efektif. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan

feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengundang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

6. Tidak pernah melukai kecuali diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin juga harus seperti itu, yaitu tidak mencari-cari musuh, tetapi ketika kehormatan kita diancam, maka kita harus siap untuk membelanya. Karena kehormatan sebagai seorang muslim dan mukmin harus kita jaga sampai kapan pun.

Teman-teman, ternyata banyak sekali hikmah yang dapat diambil dari kehidupan lebah. Hikmah tersebut perlu kita renungi untuk perbaikan diri kita. Apakah kita sudah berusaha untuk mengimplementasikan hikmah-hikmah tersebut? Hanya diri masing-masing dan Allah yang tahu.

Semoga kisah lebah ini dapat menginspirasi kita untuk terus lebih baik sebagaimana seorang muslim dan mukmin semestinya. Sehingga kita bisa menjadi muslim dan mukmin yang lebih baik sebagaimana yang diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah. Aamiin.

Wallahu a’lam bishshawab.

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bersambung ke BCL Season 2 …

Daftar Pustaka

Muhammad, Arya. 2009. Hikmah Sang Lebah Madu. arya-muhamad.blogspot.com/2009/08/hikmah sang-lebah-madu.html. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Ozzan, 2007.Jadilah Seperti Lebah. http://bacaanhikmah.blogspot.com/2007/05/jadilah-seperti-lebah.html. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Anonim1, 2010. Dakwatuna.com. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

Anonim2.2010. Keajaiban Lebah Madu. http://www.harunyahya.com/indo/buku/pesona02.htm. Diakses pada tanggal 24 Mei 2011.

 
8 Comments

Posted by on January 10, 2012 in Tentang Fauna

 

8 responses to “BCL (Beginilah Cerita si Lebah) Season 1

  1. putan17

    January 12, 2012 at 6:31 pm

    ass. wr. wb.

    mantap bro, ditulisnya pas gue ulang tahun lagi tuh. 24 mei hahaha.

    btw yang mau gue tanyakan nih..

    kehormatan itu apa ya?

    ukuran yang hormat itu apa aja yak?

    apa tandanya seseorang ‘terancam’ kehormatannya?

    sekian bro pertanyaannya. hehehe🙂

     
    • jokopebri

      January 15, 2012 at 2:22 pm

      Wa’alaikumsalam. Maaf baru bls. Hoo. Kehormatan menurut awak adalah suatu nilai yang dimiliki oleh setiap manusia. Cuma ukurannya mungkin berbeda, tergantung orang tersebut. Misalnya, nilai kehormatan seorang muslim yang taat tentu berbeda ukurannya dengan yang tidak taat. Seharusnya kehormatan yang baik adalah kehormatan yang dilandasi keimanan kepada Allah. Kalau perkara ukuran yang hormat menurutku sih tergantung dari aspek mana, misalnya aspek sosial, agama, budaya. Bagi budaya misalnya, memakai pakaian adat adalah kehormatan, tp bisa jadi dari aspek lain justru tidak. Kalau tanda seseorang terancam kehormatannya maka dia akan bereaksi dan mempertahankan kehormatannya. Misalnya jilbab adalah ukuran kehormatan seorang perempuan muslim, kalau jilbabnya dipermainkan maka dia akan bereaksi dan mempertahankan kehormatannya. Menjawab nggak?

      Wallahu a’lam bishshawab. Mohon maaf atas segala kekurangan

       
  2. sinu

    January 15, 2012 at 9:59 am

    pak boss…aku mampir nih, hehhehe

    BCL sesion 2 ceritain tentang rumah lebah dong jok…
    itu juga keren, tapi lupa deh pernah baca dimana…heheh🙂
    *jadi inget Hatchi, anak lebah yang sebatang kara*

     
    • jokopebri

      January 15, 2012 at 2:28 pm

      Hatur nuhun udah menyempatkan mampir. Wah subhanallah, siti punya indra keenam ya? Memang rencananya BCL season 2 akan membahas salah satunya ttg organisasi rumah lebah. Iya, kasihan si Hatchi ya..

       
  3. Anisa martiana

    January 19, 2012 at 3:29 pm

    wah..Joko punya Blog nih! Hehe..Nisa link ya!

     
    • jokopebri

      January 19, 2012 at 3:49 pm

      Iya alhamdulillah udah punya blog. Mangga nisa-camar dilink.

       
  4. ariestaisfandito

    May 30, 2012 at 7:10 am

    Aslm.,Joko. Teruslah menulis untuk kepentingan da;wah Islam. Insya Allah, pahalanya akan terus mengalir tiada terputus. Karena menulis itu menyenangkan, menyembuhkan, dan bagian dari kebutuhan untuk mengekspresikan diri dalam hal kebaikan dan takwa dengan ridha Allah.

    Sejujurnya aku terinspirasi untuk belajar dan menulis weblog dari weblog “laa” dan “tau”

    Oiya,tolong add weblogku yang http://arieslenterajiwaku.wordpress.com/ ke link ITB.

    Tetap semangat,ya.🙂

     
  5. ariestaisfandito

    May 30, 2012 at 1:42 pm

    Aslm.,Joko. Teruslah menulis untuk kepentingan da;wah Islam. Insya Allah, pahalanya akan terus mengalir tiada terputus. Karena menulis itu menyenangkan, menyembuhkan, dan bagian dari kebutuhan untuk mengekspresikan diri dalam hal kebaikan dan takwa dengan ridha Allah.

    Sejujurnya aku terinspirasi untuk belajar dan menulis weblog dari weblog “laa” dan “tau”

    Oiya,tolong add weblogku yang http://arieslenterajiwaku.wordpress.com/ ke link ITB.

    Tetap semangat,ya.🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: