RSS

Perhatikan Apa yang Dimakan

بسم الله الرحمن الرحيم

 

“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan,  untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (QS. ‘Abasa: 17-32)

 

Al Qur’an merupakan kitab suci yang harus menjadi pedoman bagi orang Islam, di dalamnya terdapat petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Maka, sudah seharusnya sebagai umat Islam untuk memperbanyak interaksi dengan Al Qur’an, yaitu dengan cara membacanya, menghapalkannya, mempelajari dan memahami arti dan kandungannya, hingga mengamalkan isinya.

Salah satu sifat makhluk hidup adalah membutuhkan nutrisi, yang umumnya diperoleh dengan cara memakan suatu zat makanan bernutrisi. Nutrisi yang terkandung dalam zat makanan tersebut nantinya akan dicerna dan diproses di dalam tubuh sehingga dihasilkan energi untuk tumbuh dan berkembang. Sebagai makhluk hidup yang sangat kompleks dan diciptakan dengan sebaik baik bentuk, manusia membutuhkan nutrisi yang cukup untuk menunjang fungsinya sebagai pemimpin di bumi ini. Kita semua mengetahui bahwa secara umum nutrisi dapat dibedakan menjadi karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air. Masing-masing nutrisi memiliki manfaat tertentu bagi tubuh. Sumber karbohidrat umumnya didapatkan dari makanan pokok, seperti biji-bijian dan serealia, sumber protein didapatkan dari hewan (protein hewani) maupun tumbuhan (protein nabati). Sama halnya dengan protein, sumber lemak dapat berasal dari hewan dan tumbuhan. Buah-buahan dan sayur-sayuran merupakan sumber utama vitamin, sedangkan sumber mineral dapat berasal dari hewan maupun tumbuhan. Apabila kekurangan salah satu zat nutrisi, maka dapat dimungkinkan munculnya suatu gejala penyakit.

Nutrisi akan membantu kita untuk melakukan berbagai aktifitas, termasuk beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan mengkonsumsi nutrisi dalam jumlah yang cukup dan seimbang, maka fungsi tubuh kita dapat berjalan dengan baik. Titik persoalannya adalah, sudahkah kita mengatur keseimbangan asupan nutrisi kita? Bagaimana komposisi jenis makanan yang biasa kita makan? Sebelum berkembang ilmu gizi, ilmu nutrigenomik, Allah SWT sudah mengingatkan manusia untuk memperhatikan makanannya yang termaktub di dalam Al Qur’an surat ‘Abasa. Hal ini menunjukkan karunia/nikmat yang Allah berikan (dari mana makanan berasal, dan bagaimana tumbuhnya makanan) sehingga kita bisa memakan makanan tersebut. Kemudian Allah menjelaskan tentang biji-bijian, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma, kebun-kebun lebat , buah-buahan serta rerumputan untuk kesenangan bagi manusia dan binatang ternak. Secara eksplisit Allah menyebutkan beberapa tumbuhan, yaitu anggur, zaitun, dan kurma. Zaitun merupakan buah yang dapat dimakan buahnya secara langsung, dan juga dapat dimanfaatkan menjadi minyak. Kurma merupakan buah yang memiliki banyak manfaat, salah satunya memiliki kandungan gula yang mudah dicerna oleh tubuh. Pada umumnya kebun ditanami buah-buahan dan sayur-sayuran, maka kebun yang lebat menunjukkan kebun yang subur dan berisi tumbuhan-tumbuhan. Buah-buahan dan rerumputan juga dapat dikonsumsi oleh binatang ternak.
Mungkin ada di antara kita yang berpendapat, “yang penting karbohidrat, karena sumber energi utama”, atau yang berpendapat “protein dan lemak lebih utama”. Semua nutrisi itu penting dan perlu dikonsumsi secara seimbang sesuai porsinya. Apa yang sudah Allah karuniakan kepada kita, yaitu sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian, rerumputan, dan binatang ternak merupakan nikmat yang harus kita syukuri dan pergunakan sebagaimana mestinya, sehingga kita menjadi hamba yang bersyukur, bukan hamba yang kufur akan nikmat Allah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bersyukur dan berlaku adil di bumi ini. aamiin.

 

 

Sumber :

Anonim 1. 2016. Tafsir Al Azhar ‘Abasa 24-32. http://tafsir.cahcepu.com/abasa/abasa-24-32/. Diakses pada tanggal 17 Januari 2016.

Anonim 2. 2016.Tafsir Al-Qur’an Surah ‘Abasa (3). https://alquranmulia.wordpress.com/2013/05/24/tafsir-al-quran-surah-abasa-3/. Diakses pada tanggal 17 Januari 2016.

 
Leave a comment

Posted by on January 17, 2016 in Inspirasi Harian

 

Mengerem dan Berhenti

Dalam suatu perjalanan, untuk bisa sampai tujuan dengan baik dan selamat, tidak cukup hanya mengetahui bagaimana cara kita berjalan/melaju, seberapa cepat kita melaju, tetapi juga bagaimana kita berhenti/mengerem. Karena banyak kecelakaan terjadi bukan karena mobilnya tidak mau berjalan, tetapi karena tidak bisa mengerem dalam kondisi melaju dengan kencang. Ada kalanya pula kita berhenti untuk beristirahat sejenak, karena badan juga perlu istirahat. Kendaraan pun juga perlu diisi bahan bakar bila perjalanan cukup jauh. Dengan berhenti pun kita bisa berpikir sejenak untuk melihat alternatif jalan lain untuk sampai lebih cepat pada tujuan.

Begitu pula dengan meraih impian/cita-cita. Tentu kita akan berjuang pada jalan masing-masing untuk meraih impian/cita-cita yang diinginkan. Dalam upaya mengarungi jalan tersebut, ada kalanya kita perlu berhenti dan diam sejenak. Berhenti untuk merenung, mengevaluasi. Barangkali jalan yang ditempuh tidak sesuai dengan yang seharusnya. Barangkali ada alternatif jalan lain untuk bisa mencapai tujuan lebih cepat. Berhenti sejenak untuk meluruskan niat yang barangkali melenceng. Berhenti sejenak untuk membangun lagi semangat yang sudah menipis, untuk mengisi lagi energi jasmani dan rohani yang mulai menurun, dan berhenti untuk menyusun rencana yang lebih baik lagi dengan semangat yang lebih besar lagi, tentu tidak lupa disertai do’a dalam setiap langkah.

Jalan yang ditempuh boleh beda, impian boleh beda, tetapi harus bermanfaat dan membawa keberkahan. Karena kita ingin impian yang baik, yang diawali dengan niat baik, ditempuh dengan cara yang baik dalam setiap prosesnya, dan mendapat hasil yang baik.

 
Leave a comment

Posted by on June 2, 2014 in Celotehan - Inner Journey

 

Another Beginning, Another Story, 2014

Bismillah,

 

Yak, inilah postingan pertama di tahun 2014. Sejatinya berniat membuat tulisan di hari pertama (tanggal 1) Januari 2014, tapi ada daya. Niat tidak terealisasi. Tapi ya setidaknya masih di awal tahun 2014, masih lumayan hangat dan fresh lah ya…

 

Tahun 2013 telah berlalu, ya, waktu 1 tahun sudah berlalu, entah dirasakan atau tidak. Tahun 2013 telah lewat, menyisakan ingatan/kenangan indah ataupun buruk selama 1 tahun belakangan. Apa pun itu, semua telah terjadi, tidak bisa diulang lagi. Maka tidak salah bahwa salah satu nasihat Imam Ghazali adalah, yang paling jauh adalah masa lalu. Ya, 2013 sudah berlalu. Yang berlalu biarlah berlalu, tapi jangan dilupakan begitu saja. Apa yang telah terjadi selama setahun belakangan perlu direnungi, diambil manfaatnya. Dan hal-hal yang kurang baik perlu kita jaga agar tidak dilakukan lagi di tahun yang sekarang.

 

Salah satu pertanyaan umum di awal tahun adalah , “Apa resolusimu di tahun 2014?” Ya silahkan jawab sendiri. Boleh jawab 100 mega pixel, boleh jawab keliling dunia, boleh S3 di luar negeri, boleh dapat kerja, atau apapun. Intinya, kita perlu punya rencana, perlu target, supaya waktu yang berlalu selama setahun ini tidak sia-sia. Supaya waktu yang akan dilalui  bisa dimaksimalkan. Supaya kita tidak melakukan kesalahan yang sama dengan yang lalu. Supaya hati kita tidak bingung terkait apa yang ingin dilakukan. Apa pun itu, rencana tersebut harusnya yang membawa kebaikan dan kebermanfaatan, tidak boleh yang membawa kemudharatan. Walaupun hakikatnya Allah yang Maha Mengetahui umur kita, tapi kita tetap harus merencanakan hidup kita. Sejatinya saya sendiri bukanlah planner yang baik, ya, belum. Tapi tahun ini harus bisa merencanakan lebih baik lagi, dan berusaha merealisasikan lebih baik lagi. Semoga Allah memudahkan dan menguatkan kita. Aamiin.

 

Semangat 2014!!!

 
Leave a comment

Posted by on January 5, 2014 in Celotehan - Inner Journey

 

Siklus Perjumpaan-Perpisahan

Perjumpaan dan Perpisahan, dua fenomena yang datang secara bergiliran. Kalau ada perjumpaan, tentu ada perpisahan. Setelah berjumpa, berpisah, mungkin akan berjumpa lagi, berpisah lagi, dan seterusnya hingga batasnya tiba. Sejak lahir kita berjumpa dengan orang tua kita, keluarga kita. Kemudian memasuki masa kecil, berjumpa dengan teman sekompleks dekat rumah, kemudian berpisah ketika pindah rumah. Berjumpa dengan teman TK, berkenalan, bermain bersama, kemudian berpisah ketika memasuki SMP. SMP pun begitu, juga SMA, perkuliahan, tempat kerja, dan seterusnya.

Perjumpaan dengan orang lain, berteman, berkumpul dan bermain bersama, tentu sangat menyenangkan. Banyak pengalaman yang dirasakan, banyak kesenangan yang dirasakan, karena sendiri itu tidak menyenangkan, tidak seru (tapi bagi sebagian orang mungkin lebih seru sendirian). Kemudian tentu ada saatnya berpisah, misalnya setelah lulus sarjana, ada yang bekerja, ada yang melanjutkan kuliah di dalam negeri, luar negeri, mengerjakan proyek dosen, kembali ke kampung halaman, mencari kerja, wirausaha, dan lainnya. Sejatinya setiap diri ingin mengejar impian masing-masing, ingin mendapatkan kesuksesan masing-masing. Karena impian setiap orang tidak sama, nilai kesuksesan setiap orang berbeda, sudah sewajarnya mengambil jalur yang berbeda,tidak berjalan pada jalur yang sama. Ya, berarti berpisah dan menuju jalurnya masing-masing.

Perpisahan selalu menginspirasi, memperingatkan diri kita bahwa nantinya kita juga akan mengalami kesendirian itu. Mengingatkan kita untuk selalu optimis dan husnudzon bahwa in syaa Allah ada kesempatan untuk berjumpa lagi, jika tidak di dunia, maka berharap di akhirat. Perpisahan menginspirasi bahwa Allah selalu bersama kita, sehingga tidak boleh bergantung pada makhluk (kalau dengan berpisah hidup menjadi tidak semangat, tidak mau berbuat apa-apa, maka patut direnungkan..). Perpisahan juga mengingspirasi bahwa kita in syaa Allah akan berjumpa dengan orang yang lain lagi.

Perpisahan terkadang membuat sedih, bingung, kangen, atau senang. Maka biarlah saling menjalani impian masing-masing. Kemudian saling mendoakan satu sama lain. Dan tetap husnudzon sekiranya ditakdirkan untuk berjumpa kembali di dunia, maka banyak hal yang akan disampaikan. Banyak hal tentu yang ingin diceritakan sembari melepas kangen. Sekiranya tidak ditakdirkan berjumpa kembali di dunia,maka berharap dikumpulkan di syurga Allah bersama-sama. Aamiin.

Semangat mengejar impian masing-masing ya!!! On the Right Track…

– sedikit mengenang kumpul rutin di kebab-

 
Leave a comment

Posted by on December 1, 2013 in Celotehan - Inner Journey

 

BCL (Beginilah Cerita si Lebah) Season 3

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

 

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”(QS. An-Nahl: 68-69)

 

 

Bagaimana kabar teman-teman semua? Masih semangat??? Masih ingat dengan season-season sebelumnya dari kisah BCL ? (masih ingat kepanjangan BCL? yang pasti bukan artis..). Bagi yang sudah lupa, bisa direfresh lagi dengan membaca season sebelumnya yaitu di http://www.facebook.com/notes/joko-pebrianto-trinugroho/bcl-beginilah-cerita-si-lebah-season-1/187320374652403 dan https://www.facebook.com/notes/joko-pebrianto-trinugroho/bcl-beginilah-cerita-si-lebah-season-2/493391230711981, atau mampir ke blog saya https://laatahzanjoko.wordpress.com/.

 

Alhamdulillah, sudah hampir 9 bulan jarak antara season 2 dengan season 3 ini (sudah hampir lahiran). Hal ini dikarenakan berbagai kondisi yang dialami penulis yang tidak bisa disebutkan di sini. Pada BCL Season 3 kali ini, in syaa Allah akan dibahas seputar sarang lebah dan sedikit tentang komunikasi lebah. Baiklah, silahkan tegakkan sandaran kursi, tutup jendela, dan pastikan teman-teman membaca dalam kondisi jarak dengan layar minimal 20 cm dengan pencahayaan yang cukup.

 

 

Backsound…

 

 

Cerita ini dimulai ketika pada abad ketiga, seorang yang bernama Pappus dari Alexandria yang merupakan  ahli astronom dan geometri mengusulkan penjelasan tentang sarang lebah berbentuk hexagonal. Menurut Pappus, hanya ada tiga bentuk yang bisa dipilih untuk dipakai dalam sarang lebah – segitiga, bujur sangkar, dan hexagon (segi enam). Setelah dihitung-hitung dan dicoba-coba (namanya juga orang ahli, pasti dicoba coba dulu) Pappus memperhatikan bahwa hexagon dapat mengandung lebih banyak madu dengan ruang yang sama dibandingkan persegi atau segitiga. Juga diperlukan lebih sedikit bahan lilin untuk membangun hexagon. Bentuk-bentuk lainnya ternyata akan menimbulkan ruang-ruang sisa di antara sel yang akan terbuang. Setiap sel ditutup oleh sebuah piramid yang terdiri dari tiga belah ketupat. Matematika yang kompleks menunjukkan bahwa bentuk ini juga memerlukan pemakaian lilin yang paling sedikit untuk konstruksinya. Selain itu, tutup berbentuk piramid tersebut memungkinkan sel-sel sarang lebah bertumbukan satu sama lain tanpa membuang tempat (Maasyaa Allah, ternyata lebah sangat efisien, tidak suka adanya pemborosan).

 

Ternyata bahan untuk membangun lebah ada banyak loh. Secara umum terdapat tiga sumber bahan baku untuk pembuataan sarang lebah, yaitu sumber metal, nabati, dan hewani. Dari sumber-sumber metal terdapat berbagai jenis lebah Osmia yang membangun kamar-kamar dari tanah liat yang merekatnya dengan  bahan perekat yang dibuat sendiri oleh lebah ini dari tanah kering dan air ludah. Sumber-sumber nabati antara lain dari cairan-cairan nabati alami seperti bahan-bahan damar atau lilin atau berbagai jenis sari tumbuhan. Sedangkan sumber-sumber hewani sebenarnya jarang digunakan untuk pembuatan sarang lebah, hanya pada keadaan tertentu saja sumber ini digunakan, yaitu antara lain : cairan-cairan dari kotoran binatang ternak seperti sapi/unta (pada lebah Osmia tricornis), kepala lebah (pada lebah Anthidium), dan kulit kerang kecil (pada lebah Osmia caecmentsoria).

 

Tidak hanya itu, sarang lebah memiliki berbagai jenis kamar yang dapat dibedakan berdasarkan fungsi, bentuk, bahan pembuatan, rongga sel, arah, dan urutan pembuatan. Sungguh sangat kompleks jika kita telusuri lebih dalam. Lebah membuat sarang pun ada persiapannya (diawali dari niat, lalu keshangghupan dan seterusnya),  baik itu cara menempatkan hasil galian, menentukan lubang masuk, dan juga menentukan terowongan-terowongan untuk lewat. Bahkan penutupan sarang pun tidak luput dari perhitungan lebah (padaha lebah tidak belajar kalkulus ya..). Maa syaa Allah, sungguh ciptaan Allah yang luar biasa dan banyak mengandung pelajaran di dalamnya.

 

Lebah membangun sarangnya dengan bergotong royong, tidak ada dari mereka yang bekerja sendiri-sendiri, egois, individualis. Mereka membangun dari titik-titik yang berbeda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga sampai empat titik awal yang berlainan lalu dilanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kekeliruan sedikitpun pada tempat dimana mereka bertemu. Lebah juga menghitung besar sudut antara rongga satu dengan yang lain saat membangun pundi-pundinya. Antara rongga satu dengan rongga yang lain dibelakangnya selalu dibentuk dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan demikian kedua sisi rongga tersebut berada pada posisi miring ke atas, hal ini agar madu yang terdapat didalamnya tidak mengalir keluar atau tumpah.

 

Hal menarik lainnya yang bisa kita pelajari dari lebah adalah cara komunikasi antar lebah yang luar biasa menakjubkan. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

 

Maasyaa Allah, sungguh luar biasa pelajaran yang dapat kita ambil dari seekor lebah. Banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil dari lebah (makanya bisa sampe 3 season nih kisahnya). Bagaimana mereka membangun sarang, bagaimana mereka berkomunikasi. Padahal mereka tidak sekolah, tidak kuliah (belum pernah dengar ada kasta professor atau guru dalam dunia lebah kan?), tetapi mereka bisa melakukan hal tersebut. Ya, mereka melakukan semua itu sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepada mereka. Hikmah dan pelajaran tersebut seharusnya bisa membuat kita semakin yakin akan kebesaran Allah, karena tentulah kemampuan lebah tersebut bukanlah kebetulan, asal asalan atau untung-untungan, tetapi semua itu merupakan kekuasaan Allah. Maka, sudah seharusnya kita senantiasa mengingat Allah.

 

 

Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi teman-teman semua.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, hal ini disebabkan oleh kelemahan dan kurangnya ilmu dalam diri ini. Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik dan meneguhkan hati kita semua dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin.

 

Wallahu a’lam bishshawab

 

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 

 sarang-lebah-madu

Sumber

 

– Abd Al-Mun’im AI-Hefni. 2012. SARANG LEBAH DAN KEAJAIBAN AL-QUR’AN.  Maktabah Abu Salma al-Atsari.

– Hapsari, Endah. 2002. Sarang Lebah. http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/tasawuf/12/06/02/m4yshc-subhanallah-sarang-lebah-jadi-bukti-kebesaran-allah. Diakses pada tanggal 9 September 2013.

– Yahya, Harun. 2007. Keajaiban Lebah Madu. http://id.harunyahya.com/id/Makaleler/4509/KEAJAIBAN_LEBAH_MADU. Diakses pada tanggal 9 September 2013.

 
Leave a comment

Posted by on September 15, 2013 in Tentang Fauna

 

Bulan itu dipanggil Ramadhan

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

 

Salah satu bulan yang paling dinantikan dan ditungg-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia (harusnya) adalah bulan Ramadhan. Ya, sebegitu luar biasanya keutamaan di bulan ramadhan yang menyebabkan begitu dinantikan oleh umat muslim. Di bulan Ramadhan, orang yang jarang shalat di mesjid menjadi malu bila tidak ke mesjid. Di bulan ramadhan, orang yang jarang tilawah menjadi resah bila tidak tilawah. Di bulan ramadhan, orang yang biasa menghabiskan waktu bermain game menjadi bosan dengan aktifitasnya tersebut. Di bulan ramadhan pula, restoran dan rumah makan enggan menammpakkan dirinya ketika hari puasa, kecuali saat sahur dan menjelang buka hingga malam hari. Luar biasa memang dampak dari bulan ramadhan. Orang nonmuslim pun sangat menghargai bulan ramadhan. Rasa-rasanya aneh bila kita tidak lebih semangat di bulan ramadhan, akan aneh bila ibadah kita tidak lebih sering di bulan ramadhan, akan aneh bila tilawah kita tidak lebih banyak di bulan ramadhan, dan berbagai keanehan lainnya.

 

Ya, memang luar biasa dampak dari bulan ramadhan. Maka, tidak ada kata lain selain berusaha melaksanakan amalan terbaik di setiap harinya, setiap jam, setiap menit, dan setiap detik. Karena kita tidak tahu amalan mana yang diterima Allah di bulan ramadhan, hanya kita wajib berusaha dan berharap Allah akan menerima amalan kita, pada saat di mana amalan wajib dilipatgandakan berkali kali lipat, sementara amalan sunnah diganjar dengan amalan wajib.

Semoga Allah meneguhkan dan meguatkan kita di bulan ramadhan, sehingga kita dapat melakukan amalan terbaik. Aamiin.

Semangat!

 

Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

 
Leave a comment

Posted by on July 9, 2013 in Celotehan - Inner Journey

 

Mega Man tidak sama dengan Megamind

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah  dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl : 125)

 

Teman-teman yang insya Allah berbahagia, bagaimana kabarnya? Sepertinya dalam kondisi Super dan Bersemangat. Walaupun masa liburan, tetap harus semangat dan produktif, apalagi sebentar lagi ramadhan (tak terasa..). Jadi perlu persiapan yang matang kalo perlu sampai gosong.

 

Ada yang penasaran dengan judul di atas? Atau biasa saja? Bagi yang pemain mungkin sudah tidak asing dengan Mega Man, bagi penggiat film tentu tidak asing dengan Megamind (apa coba hubungannya). Tulisan ini dibuat karena saya terinspirasi dari sebuah film. Film apakah itu? Filmnya adalah jreng jreng… “Megamind”. Lalu apa hubungannya dengan semua kejadian ini? Mau tahu jawabannya? Kita tanya Galileo. Bukan, maksudnya silahkan disimak cerita berikut ini.

 

 

Backsound…….

 

 

Sedikit saja saya singgung dengan film itu, maaf yang merasa tersinggung. Film Megamind mengisahkan tentang seorang alien penjahat yang bernama Megamind dan pahlawan/super hero yang bernama Metro Man. Megamind selalu berpikir bagaimana caranya untuk mengalahkan Metro Man. Akan tetapi, segala cara itu tidak berhasil dan Megamind pun kalah. Hingga suatu ketika, Metro Man berhasil dibunuh oleh Megamind dengan menggunakan sinar laser. Megamind merasa sangat senang dan puas karena selama ini selalu kalah dan selalu kalah bila melawan Metro Man.

 

Ternyata… kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Megamind mulai merasa bosan dengan rutinitas hariannya tanpa ada musuh yang berarti baginya. Karena kejahatan yang dilakukannya menjadi tidak berarti tanpa ada yang menggagalkannya. Kemudian, Megamind melahirkan (bukan melahirkan anak ya) superhero baru dengan menyuntikkan serum berisi DNA Metro Man pada seseorang. Hasilnya adalah munculnya superhero yang disebut “Tighten” yang diharapkan dapat menjadi lawan sepadan dan kembali menggagalkan setiap rencana Megamind.

Disingkat saja ya…

 

Ternyata, kenyataan tidak sesuai harapan. Superhero Tighten bukan memberikan kedamaian bagi kota, tetapi justru menimbulkan ketakutan. Hal ini membuat Megamind bingung, dan secara tidak sengaja bertemu dengan Metro Man (masih hidup ternyata). Metro Man diminta untuk membantu Megamind melawan Tighten, tetapi Metro Man tidak mau, karena merasa bosan menjadi pahlawan (pahlawan bisa bosan juga, terus pensiun lagi). Maka, ditemani oleh teman Megamind yaitu Minion dan seorang perempuan Roxanne, Megamind lah yang melawan Tighten. Pertarungan berlangsung sengit hingga akhirnya Megamind yang menang. Megamind yang dulunya dikenal sebagai penjahat akhirnya berubah 1080 derajat (karena begitu ekstrim) menjadi pahlawan. Apa pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini ? (kalau ada Alhamdulillah..)

 

1. Pentingnya saling megingatkan

 

Iya, pentingnya saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Apabila kita hanya sendirian, tentu akan sulit menjaga kualitas keimanan kita. Apabila kita bergaul dengan orang2 shaleh, maka in syaa Allah akan lebih terjaga karena adanya proses saling mengingatkan. Begitu pula dengan tokoh Megamind ini, di saat ia bingung harus berbuat apa, teman sejawatnya yaitu Minion selalu menguatkan dirinya. Kemudian ada Roxanne yang juga menyemangati dirinya, sehingga Megamind merasa tidak sendiri dan kembali bersemangat. Apabila tidak  diingatkan dan disemangati oleh Roxanne dan Minion, mungkin Megamind hanya akan bersembunyi tanpa berani menyelesaikan permasalahan dirinya. Sementara itu, Metro Man selalu merasa sendiri. Warga kota  memuja muja dirinya, tetapi dia tidak merasa punya teman. Hingga akhirnya dia bosan menjadi superhero yang tugasnya hanya itu itu saja dan memutuskan untuk tidak berperan lagi sebagai superhero. Seandainya ada teman yang selalu mengingatkan dan menguatkan, mungkin Metro Man akan tetap berjuang.

Allah SWT berfirman

 

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr :1-3)

 

2. Kekuatan jasmani saja tidak cukup, perlu juga kekuatan rohani

 

Dalam beraktifitas sehari-hari, badan yang sehat dan kuat tentu akan memudahkan kita. Tanpa kekuatan jasmani tersebut, tentu kita akan mudah lelah, mudah capek, kurang produktif. Akan tetapi, sebagai pribadi yang memiliki tugas utama untuk beribadah kepada Allah, kekuatan jasmani saja tidak cukup. Perlunya kekuatan rohani yang membuat kita terus berusaha memperbaiki diri, yang membuat kita selalu ingat kepada Allah, yang membuat kita selalu berusaha melaksanakan amal terbaik karena yakin akan balasan dari Allah. Hal tersebut tentu didapatkan melalui proses belajar, proses memahami. Kekuatan rohani tersebut sebanding dengan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Karena kekuatan rohani inilah rasulullah dan para sahabat selalu siap berjihad, kekuatan inilah yang membuat para pejuang palestin tidak takut memperjuangkan haknya, kekuatan inilah yang membuat para da’i tidak menyerah untuk berdakwah.

 

“Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-Nya itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. At-Taubah: 109)

 

Hasan Al-Banna berkata, “…Bisa saya katakan bahwa yang pertama kali kita siapkan adalah kebangkitan ruhani, hidupnya hati, serta kesadaran penuh yang ada dalam jiwa dan perasaan. Kami menginginkan jiwa-jiwa yang hidup, kuat, tangguh, hati-hati yang segar serta memiliki semangat yang berkobar, perasaan dan ghirah yang selalu bergelora, ruh-ruh yang bersemangat, selalu optimis, merindukan nilai-nilai yang luhur, tujuan mulia serta mau bekerja keras untuk menggapainya…” (Risalah Da’watuna Fii Thaurin Jadiid)

 

3. Hidup seseorang ditentukan pada akhir hayatnya

 

Metro Man yang awalnya superhero, akhirnya memutuskan untuk menjadi orang biasa. Megamind yang awalnya selalu ingin jadi penjahat, akhirnya justru menjadi pahlawan dengan berbuat baik. Memang baik buruknya seseorang tidak bisa kita ketahui di akhirnya. Seseorang yang masa kecilnya baik, belum tentu dewasanya tetap menjadi baik, begitu pula sebaliknya.

 

Seseorang dapat selamat atau tidak untuk masuk ke dalam syurga ditentukan oleh akhir hidupnya, bukan di awal. Seseorang yang pada mulanya ahli ibadah, bisa saja masuk neraka apabila di akhir hidupnya melakukan amalan ahli neraka, begitu pula sebaliknya. Tentu pernah dengar kisah seorang yang membunuh banyak orang, kemudian ia mau bertaubat. Di tengah jalan ia meninggal, kemudian akhirnya dimasukkan ke syurga karena jarak perjalannya lebih dekat ke tempat ia ingin hijrah. Sehingga ia masuk syurga. Hal ini membuat kita harus hati-hati dalam beramal dan harus terus menjaga diri kita.

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

Sesungguhnya segala perbuatan ditentukan bagian akhirnya.” (HR. Bukhari)

 

Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka, lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, lantas ia memasukinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

 

Lingkungan yang baik tentu akan mempengaruhi perilaku kita. Begitu pula dengan pergaulan. Seseorang yang berada pada lingkungan yang baik, pergaulan yang baik, maka in syaa Allah kecenderungan orang tersebut akan berbuat baik. Oleh karena itu, penting pula bagi kita memilih lingkungan yang baik, dan bergaul dengan temang yang dapat saling mengingatkan akan kebaikan. Kita semua tentu berharap mendapat akhir yang baik, kesudahan yang baik, yaitu husnul khatimah, aamiin.

 

 

Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga dapat menginspirasi dan memberikan manfaat bagi teman-teman semua.

Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan, hal ini disebabkan oleh kelemahan dan kurangnya ilmu dalam diri ini. Semoga Allah senantiasa menunjukkan jalan yang terbaik dan meneguhkan hati kita semua dalam ketaatan kepada Allah. Aamiin.

 

 

Wallahu a’lam bishshawab

 

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

(QS.Al Insyirah:5-6)

 

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

 Megamind

 

Sumber :

 

– Arifin, Irfanul. 2013. Da’i dan Kekuatan Ruhiyah. http://www.salimunj.com/tsaqafah-islamiyah/dakwah/244-dai-dan-kekuatan-ruhiyah.html. Diakses pada tanggal 1 Juli 2013.

– Bugi, Muhammad. 2007. Kekuatan Ruhiyah Seorang Dai. http://www.dakwatuna.com/2007/06/11/191/kekuatan-rohaniah-seorang-dai/. Diakses pada tanggal 1 Juli 2013.

– Anonim 1, 2013. Asal Mula dan Proses Penciptaan Manusia. http://www.salaf.web.id/117/bagaimanakah-kita-diciptakan-al-ustadz-abu-ishaq-muslim.htm. Diakses pada tanggal 1 Juli 2013.

 
Leave a comment

Posted by on July 2, 2013 in Inspirasi Harian